Pages

Jumat, 08 Desember 2023

Trip To Kawah Ijen

    Perjalanan ke Kawah Ijen ini terjadi di bulan Oktober 2014. Gw bersama teman2 melakukan backpacker ke Jawa Timur. Kami berangkat dari Stasiun Lempuyangan Jogja naik kereta api ekonomi menuju Surabaya. Di Stasiun Gubeng Surabaya, kami dijemput oleh tour agent yang melayani perjalanan kami. Nama tour agentnya adalah Funtrips, mereka melayani kami dengan penuh keramahan, jadi perjalanan kami pun menjadi menyenangkan. Bersama crew dari Funtrips, kami melanjutkan perjalanan ke Banyuwangi dengan tujuan wisata pertama adalah ke Kawah Ijen. Tentunya kami gak langsung ke Kawah Ijennya, masih mampir makan siang, kemudian malamnya juga masih mampir buat istirahat di rest area. Ketika semua sudah tidak capek lagi akhirnya kami mulai masuk mobil lagi dan melanjutkan perjalanan menuju pos pendakian di Kawah Ijen. 

     Kira-kira jam 01.00 pagi, kami sampai di pos pendakian. Kami melakukan persiapan, berusaha supaya mulai bisa beradaptasi dengan cuaca dingin yang begitu menusuk tulang. Kami mulai pemanasan, briefing, berdoa dan akhirnya jam 02.00 pagi mulai mendaki. Di awal-awal sih masih sangat semangat, masih bisa saling ngobrol dan bercanda. Di tengah pendakian rasanya semakin menyiksa karena banyak debu yang bisa membuat mata kelilipan dan sesak nafas. Satu per satu dari kami mulai merasa kelelahan sehingga kami sering berhenti sebentar untuk beristirahat. Tracking ke Kawah Ijen sebenarnya tidak terlalu jauh, kira-kira hanya 3km, tetapi agak berbahaya karena tanahnya berpasir, jadi harus hati-hati saat berpijak. Kalau gak hati-hati, bisa-bisa kita tergelincir. Jalannya juga terus menanjak, jarang ada yang landai, jadi ini yang bikin capek. Di tengah-tengah jalan kadang juga ada runtuhan pohon atau akar pohon jadi jangan sampai lengah, bisa-bisa kesandung soalnya. Oh iya perlu hati-hati juga soalnya di kanan kiri juga jurang, nanti kalau sampai terjatuh dan tak bisa bangkit lagi kan gawat.

    Dari perjalanan naik gunung ini gw belajar banyak hal, salah satunya adalah yang kuat menangung yang lemah, ini bukan berarti gendong-gendongan ya. Maksud gw level kita tracking ini harus disesuaikan dengan kemampuan  teman yang kekuatannya paling lemah. Jadi saat mendaki ego harus sedikit dikurangi. Kadang kan ada ego yang mau menunjukkan bahwa aku kuat kamu lemah, aku akan jalan duluan ke depan dan terserah kamu mau gimana bisa sampai puncak. Saat mendaki, semua ego untuk menjadi pertama itu harus dihindari, tapi bener-bener tolong menolong untuk bisa mencapai puncak sama-sama. Team yang baik adalah saat semuanya bisa mencapai tujuan bersama, bukan mencapai tujuan prjbadi. Ceile sok bijaksana ceritanya... hahaha

Senyum kemenangan gw saat sampai puncak
       Perasaan gw sendiri saat sampai di tengah perjalanan adalah bagai buah simalakama, mau lanjut naik terus tapi rasanya capek, tapi mau berhenti dan turun ke bawah sudah kepalang tanggung. Satu hal yang bikin pengen nyerah adalah bau belerang dan debu yang susah banget buat nafas. Sebenarnya gw bawa masker sih, tapi pas pake masker rasanya makin susah buat nafas, tapi kalau lepas masker rasanya gak enak juga bau debu dan bau belerangnya jadi serba salah deh pokoknya. Tapi sesuai dengan pepatah bersakit-sakit dahulu bersenang-senang kemudian pas sampai puncak rasanya seneng banget karena pemandangannya bagus banget, i feel free lah pokoknya, berasa mau terbang abis anginnya juga kenceng banget. Gw yang kelebihan berat gini aja rasanya mau terbang apalagi yang badan ringan cuma tinggal kasih sayap aja udah bisa terbang kayaknya haha. Oh iya sayang banget pas sampai puncak matahari udah agak terang padahal masih jam 4.30 lho jadi blue fire yang terkenal di Kawah Ijen ini gak sempet kami nikmati lebih lama jadi gak sempet foto juga blue fire nya. Kalau teman-teman penasaran coba searching aja tentang blue fire, ini keren banget.


Semua peserta dalam trip to Kawah Ijen
Semua peserta masih kelihatan seger meskipun capek
 
Amazing Kawah Ijen

Jam 5 pagi sudah seterang ini
Bersama Tour Guide gw, yang akhirnya menjadi teman yang asik sampai sekarang


         Setelah puas menikmati keindahan alam dari atas plus sudah kedinginan, akhirnya kami pun turun kembali menuju pos pendakian awal. Perjalanan ini perlu hati-hati karena jalannya sangat menurun dan berpasir jadi jangan lari deh, mending jalan sewajarnya aja salah-salah bisa kepleset, beberapa teman sudah kepleset soalnya. hehe

Pemandangan saat mau kembali pulang
Ati2 bisa ketiup angin :D

        Pokoknya buat kalian yang suka mendaki gunung, datang deh ke Kawah Ijen, jangan lupa ajak gw. haha. Usul gw kalau mau lihat blue fire lebih lama sebisa mungkin sampai di puncak maksimal jam 4 pagi.


Sabtu, 25 Februari 2017

Snorkling di Pulau Menjangan

Indahnya langit, gunung, pasir
    Hai semua.. Apa kabar? Maaf udah lama banget gak nge blog.. entah kenapa untuk memulai buka laptop rasanya berat.. hahaha.. sok sibuk juga sih.. :) Oiya kali ini gw tulis tentang perjalanan ke Pulau Menjangan ya. Udah lama sih gw kesana, cuma pengen mengingat aja memori di masa lalu.. semoga gak jadi galau ya kalau dengar tentang masa lalu.. haha..

     Perjalanan kali ini lanjutan dari trip ke Kawah Ijen, sebut saja serangkain penjelajahan gw ke Jawa Timur. Link tentang perjalanan ke Kawah Ijen. Setelah turun dari Kawah Ijen kami beristirahat kemudian dengan penuh semangat akan melanjutkan perjalanan ke Pulau Menjangan. Kami sangat exciting karena diantara kami banyak yang suka dengan pantai dan keindahan bawah lautnya. Rasanya capek sih baru aja turun gunung langsung lanjut ke laut, tapi ya namanya juga suka tetep aja dilakuin, yah kayak lagi jatuh cinta tuh rela hujan-hujan nan, rela naik ojek, becek buat bisa ketemu pacar tercinta.. apasih nih :D, oke lanjut...

   Kami menuju ke Pulau Menjangan lewat pantai di Banyuwangi, kalau gak salah namanya Pantai Watu Dodol. Kita nyebrang pake kapal ke Pulau Menjangan. Usul gw sih sebaiknya kalau mau kesini ajak beberapa teman jadi sewa kapalnya jadi lebih murah, biasa lah ala-ala bacpacker, murah dan bahagia.. :) Akhirnya kita sampai juga di Pulau Menjangan, seru sih perjalanannya sepanjang mata memandang melihat birunya langit dan laut. Di Pulau Menjangan kita bisa berteduh di gazebo-gazebo gitu, trus lihat deh tu tumbuh-tumbuhan di hutan, bisa juga main-main air di pinggiran pantai di Menjangan.
Sampai di Pulau Menjangan


Menatap Masa Depan :D

     Setelah melepas lelah akhirnya kami kembali ke kapal dan melanjutkan perjalanan. Perjalanan ini pasti paling ditunggu, karena kita mau snorkling. Sampailah kami di tempat yang katanya bawah lautnya indah. Beberapa temen-temen sih pada menikmati gitu, pada cerita bisa lihat terumbu karang dan ikan. Gw cuma snorkling sebentar aja selebihnya menikmati semilir angin dan deburan ombak dari atas kapal. Gw milih menikmati di atas kapal aja soalnya gw pernah snorkling di Karimun Jawa dan rasanya lebih indah aja pas snorkling di Karimun Jawa. Tapi tenang, di Menjangan juga gak kalah bagus kok, jadi gak nyesel juga klo datang kesana.


Ada yang mau ikut naik kapal?


Siap2 Snorkling

Yukk Mari Snorkling :)


Mau snorkling atau tidur mas? :D


Damn I love Indonesia :)

Selasa, 03 Maret 2015

Jalan-Jalan & Hunting Foto

  Hari Minggu tanggal 1 Maret kemaren gw sama temen-temen gw ceritanya jalan-jalan ke KP4 UGM, Berbah, Sleman, mungkin diantara kalian banyak yg udah kesana ya? Untuk kalian yang belum pernah kesana coba kesana deh. Gw kasih sedikit tips ya, kalau datang kesana sebaiknya di pagi hari, di samping Jogja lagi sering-seringnya diguyur hujan kalau siang, ini juga menghindari ramenya orang datang kalau udah mulai siang.

   Gw mulai cerita perjalanan gw aja ya. Jam 7 pagi, kami mulai berkumpul di daerah Seturan, terus langsung cuss ke tempat itu. Rute yang kami ambil adalah melalui jalan ke arah Solo, melewati bandara Adisucipto masih lurus, dari kantor KR juga masih lurus ke timur. Sampai akhirnya kami menemukan tulisan SD Kanisius Kalasan di kiri jalan, nah pas di depan tulisan itu belok kanan aja lurus terus menuju jalan ke arah Berbah. Nanti di tengah jalan akan menemukan pohon beringin besar, tetep aja lurus (ikuti jalan yang lebih kecil), lurus ikuti jalan aja, nanti belok ke kanan dan setelah menemukan suasana perkebunan, tinggal lurus aja ikutin jalan. Kalau masih bingung juga, tanya aja orang di pinggir jalan, pasti tau kok KP4 UGM karena tempat ini sudah terkenal. Kemaren gw jg sempet tanya penduduk soalnya.. hehe... 

   Nah, setelah sampai di tempatnya terserah deh kalian mau pilih foto-foto dimana. Ada beberapa spot foto yang bisa dipilih, suasana di tengah jalan yang pinggir-pinggirnya pohon rindang, suasana rumput hijau yang luas, suasana duduk-duduk di gazebo, suasana reruntuhan bangunan, suasana kereta tua, dll. Gw akan tunjukin beberapa spot foto yang sempet gw dan temen-temen gw ambil, nanti kalian pilih sendiri aja mau  foto di mana. Oiya sebagai informasi, tempat ini juga dipake buat shooting film HOS Cokroaminoto loh, keren kan berarti. By the way saat ini ada penduduk yang mulai narik retribusi, entah ini resmi atau nggak, tapi waktu gw datang kemaren gak ditarik retribusi karena gw pagi-pagi datangnya, mungkin belum bangun kali ya yang tukang narik retribusinya.. haha.. Pas siang kita balik, mereka udah mulai buka tuh retribusinya. Di sana klo udah mulai agak siang, ada juga yang jualan, jadi ya kalau misalnya kalian kehausan atau kelaparan aman lah. 

    Buat kalian yang suka photo-photo coba datang aja kesana, mungkin ada spot yang menarik, kayaknya bisa juga sih yang mau foto prewedding disana.. haha... Gw kasih beberapa foto kami ya. Ini foto murni, tanpa gw edit sama sekali, karena gw gak berbakat ngedit.. haha.. Oke, selamat jalan-jalan ya.. :)

Rumput hijau

Semua peserta dalam perjalanan kali ini :D

Reruntuhan Bangunan

kernet kereta :D



SPG buku :D

Di dalam kereta









Minum es dulu biar seger

Sepanjang jalan kenangan :D







At Gazebo


Senin, 02 Maret 2015

Welcome to my New Blog



Hai semua.. entah angin apa yang akhirnya membawaku untuk memulai menulis blog ini, dari dulu selalu punya keinginan buat nulis tapi gak pernah terjadi. Ada sejuta alasan yang membuat akhirnya gak jadi nulis blog, sibuk, belum sempat, gak ada ide, pokoknya inti dari semua itu adalah karena malas yang menggerogoti tubuh ini.. haha.. dan pada akhirnya punya blog cuma menjadi angan-angan setiap hari. Padahal diri ini selalu yakin bahwa setiap hari adalah sebuah cerita. Entah apa pun bisa jadi cerita, mulai dari bangun tidur, makan, mandi, bahkan ketemu orang di jalan pun bisa jadi cerita. Untuk itu akhirnya kuputuskan untuk menulis blog ini, mungkin isi blog ini nanti bisa random, jadi sabar aja ya jika nanti teman-teman menemukan kerandoman dalam blog ini. Tapi meskipun random, gw janji akan nulis blog ini dengan penuh cinta.. :D Oke enjoy my new blog… :)